Kamis, 28 Agustus 2014
Selamat Datang   |      |  
Kamis, 28 Agustus 2014 | 20:04 WIB
Surat Pembaca
BANK MEGA
Kejamnya Debt Collector Bank Mega
Selasa, 16 April 2013 | 11:09 WIB

Tidak disangka bank yang dimiliki oleh Si Anak Singkong : Chairul Tanjung ini mempraktikkan cara-cara tidak manusiawi dan penggunaan kalimat-kalimat kotor untuk menagih tunggakan kartu kredit yang hanya telat 2 bulan saja. Padahal saya selalu rajin membayar tagihan sebelum-sebelumnya dengan tepat waktu. Kalau saya punya uang pasti juga akan saya bayarkan tagihannya atau minimal membayar cicilannya. Hanya saja memang saya sedang ditimpa musibah, usaha saya bangkrut, keluarga juga sedang ada yang operasi.

Apakah begini cara mereka memperlakukan nasabahnya untuk sekedar menagih saja. Yang paling menyakitkan hati saya adalah ibu saya yang akhirnya penyakit jantungnya kumat dan harus masuk ruang ICU RS Mitra Kampung Melayu, akibat dikata-katai kalimat kotor oleh petugas debt collector. Tidak sepadan dengan hutang kartu kredit saya yang hanya sebesar Rp20 juta saja. Bagian penagihan (debt collector) Bank Mega juga tidak merasa puas sampai di situ saja, mereka bahkan meneror tetangga kiri-kanan dengan menghubunginya mereka melalui telepon rumahnya. Saya yakin dan percaya mereka mendapatkan nomor tersebut dari layanan penerangan 108.

Saya tidak tahu maksudnya apa, mungkin saja mereka ingin menghancurkan kredibilitas diri saya demi utang Rp 20 juta nya itu saja. Ya Allah apakah sepadan dengan penderitaan yang saya tanggung. Saya tidak tahu harus bertanya siapa lagi selain mengirimkan keluh kesah ini kepada suara pembaca ini, semata-mata agar para nasabah bank Mega lainnya tidak mengalami hal tragis seperti saya. Saya doakan bank Mega bisa mengubah caranya dan pendekatannya dalam hal penagihan, karena kalau ada uang pun pasti nasabah akan melunasinya.

Kalaupun telpon tidak diangkat bukan berarti nasabah tidak mau bayar, hanya saja pikiran dan energi saya lebih baik digunakan untuk mencari uang untuk melunasinya daripada melayani terornya. Semoga saja Chairul Tanjung yang katanya konglomerat itu menjadi kaya raya tetapi tidak menggunakan cara-cara keji seperti ini. Semoga ibunya tidak mengalami seperti apa yang dialami ibu saya. Amin Ya robbal Alamin. Saya sudah membaca bukunya dan merasa kagum, tetapi kemarin bukunya sudah saya donasikan kepada orang lain.

khrisna
Jl. Rambutan IV no 11, Pondok Gede. Kota Bekasi
Bekasi

Dibaca - Kali
13231
Tanggapan Surat Pembaca
BANK MEGA
Kejamnya Debt Collector Bank Mega
Senin, 20 Mei 2013 | 15:13 WIB

Perihal : Tanggapan atas pengaduan Bapak / Ibu Khrisna Redaksi yang terhormat, Sehubungan dengan surat di kompas.com (16/4), “Kejamnya Debt Collector Bank Mega”, yang disampaikan oleh Bapak / Ibu Khrisna, kami berterima kasih apabila Bapak/Ibu dapat menyampaikan keluhan secara tertulis melalui kolom pengaduan nasabah di alamat website kami : www.bankmega.com dengan disertai nomor telepon yang dapat kami hubungi. Demikian kami sampaikan. Terima kasih atas perhatian dan kerjasama kompas.com untuk memuat tanggapan kami.

Hormat kami,

Gatot Aris Munandar
PT Bank Mega, Tbk
Menara Bank Mega Jl. Kap. Tendean 12-14A
Jakarta