Rabu, 23 April 2014
Selamat Datang   |      |  
Rabu, 23 April 2014 | 17:17 WIB
Surat Pembaca
Bea Cukai Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta
Perlakuan Semena-mena Petugas Bea dan Cukai
Kamis, 25 Oktober 2012 | 04:29 WIB

Pada tanggal 22 Oktober 2012, saya dan istri saya kembali dari Bangkok setelah mengikuti pameran Bangkok International Gift and Houseware Fair 2012 yang berlangsung sejak 16 sampai 21 Oktober 2012. Dan kami merupakan partisipan yang disupport oleh KADIN dan Kementrian UKM, dan kami membawa pulang 3 kotak berukuran sedang berisi tas yang dipamerkan dan di setiap kotak tertulis label besar: "Delegasi Indonesia, Departemen Koperasi Dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia" dan kami dilengkapi dengan beberapa dokumen resmi terkait dengan hal ini, salah satunya adalah seperti yang terlampir.

Saat kami tiba di pintu keluar, semua barang melewati xray Bea dan Cukai, dan salah salah seorang petugas bernama Halim, menanyakan istri saya dengan nada keras: "ini semua surat2nya lengkap tidak?" Sambil menahan diri, saya yang menjawab: "Ada semua pak, silahkan dicek" sambil saya mengeluarkan semua dokumen yang kami bawa.

Setelah melihat dokumen dokumen tersebut, yang bersangkutan menyatakan dia harus membuka kotak tersebut. Saya berkeras untuk tidak membiarkan kotak tersebut dibuka karena tidak ada apapun yang perlu kami deklarasikan sebagai bawaan yang harus di deklarasikan dan semua dokumen sudah dengan jelas menyatakan kami di endorse oleh Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. Setelah terlibat debat mulut, akhirnya saya kehabisa kesabaran dan bersuara cukup keras dan ternyata mengundang seorang petugas lainnya (tidak sempat saya lihat namanya) yang berteriak ke saya, yang kemudian menantang saya untuk berkelahi. Saya menanggapinya dengan mengatakan: "Bagus sekali, anda petugas, saya warga negara yang baru saja kembali ke tanah air setelah membawa nama negara di luar, dan anda mengajak saya berkelahi?", mungkin dia tersadar dia salah, dia pergi meninggalkan saya tanpa menjawab apapun.

Petugas yang bernama Halim juga meninggalkan tempat dan digantikan petugas lain yang saya juga tidak ingat mencatat namanya dan masih berkeras untuk membongkar. Sementara itu datang petugas lain yang berdasi dan sepertinya kedudukannya lebih tinggi, dan bicara dengan sopan kepada saya, meminta saya untuk membiarkan kotak itu dibuka. Saya berkeras tetap tidak akan membiarkan mereka membuka kotak tersebut, dan saya mengancam: "Apa tanggung jawab anda seandainya di dalam kotak tersebut ternyata sesuai dengan dokumen yang saya tunjukkan?" Semuanya terdiam, dan saya serta istri saya meninggalkan terminal.

Kejadian di atas sangat memprihatinkan, saya membayangkan teman-teman kami yang akan tiba sore harinya akan mendapatkan perlakuan seperti itu juga, dan mereka belum tentu berani berkeras seperti saya, dan membiarkan bawaan mereka dibongkar, dan mereka harus membungkus kembali semuanya padahal mereka semua sudah sangat lelah. Belum lagi mempertimbangkan bagaimana sedihnya mereka semua setelah 1 minggu penuh menjadi duta bangsa ini, di negara sendiri diperlakukan seperti penyelundup. Saya akan berusaha untuk menyebarkan kejadian ini dan mendapatkan kontak di kementrian keuangan agar bisa melakukan protes atas perlakuan semena-mena dan tidak profesional dari aparat bea dan cukai terminal 3 Soekarno Hatta.

Ferriandy Chianiago
Pejaten Indah 1 G21, Jl. Samali Ujung
Jakarta

Dibaca - Kali
11506
Tanggapan Surat Pembaca
Bea Cukai Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta
Perlakuan Semena-mena Petugas Bea dan Cukai
Kamis, 8 November 2012 | 13:28 WIB

Menanggapi Surat Pembaca yang berjudul “Perlakuan Semena-Mena Petugas Bea dan Cukai” pada tanggal 25 Oktober 2012, yang disampaikan oleh Sdr. Ferriandy Chianiago, Kami perlu sampaikan penjelasan sebagai berikut :

1. Berdasarkan pasal 82 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, Pejabat Bea dan Cukai berwenang untuk melakukan pemeriksaan pabean atas barang impor atau barang ekspor setelah pemberitahuan pabean diserahkan.

2. Pemeriksaan Pabean antara lain meliputi pemeriksaan barang dengan menggunakan mesin pemindai X-Ray, pemeriksaan fisik barang bawaan penumpang (hand-carry dan bagasi) dan pemeriksaan badan.

3. Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara selektif berdasarkan prinsip manajemen resiko.

4. Setiap penumpang yang datang dari luar negeri wajib memberitahukan barang bawaannya dengan cara mengisi pemberitahuan pabean (formulir Customs Declaration) dan menyerahkannya kepada Pejabat Bea dan Cukai di Terminal Kedatangan.

5. Perlu kami sampaikan bahwa standard (international best practiced) sebagaimana telah diatur dalam Revised Kyoto Convention (Chapter 3 Clearance and Other Customs Formalities), Petugas Bea dan Cukai di seluruh dunia melakukan pemeriksaan fisik atas barang impor (3.33. Standard : When the Customs decide that goods declared shall be examined, this examination shall be take place as soon as possible dan 3.40 Standard : Goods declared shall be released as soon as the Customs have examined them or decided not to examine them).

6. Bahwa tindakan Saudara Ferriandy Chianiago menolak permintaan Pejabat Bea dan Cukai untuk dilakukan pemeriksaan fisik atas barang bawaannya tidak sesuai dengan ketentuan Kepabeanan sebagaimana dijelaskan di atas.

7. Setiap orang yang membawa barang impor atau barang ekspor harus menaati peraturan Kepabeanan yang berlaku.

Terima kasih atas surat Saudara, semoga tanggapan ini memberi penjelasan tentang kejadian tersebut dan dapat memberikan pemahaman tentang tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Demikian disampaikan untuk menjadi maklum.

Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi
Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Soekarno-Hatta Cargo Area Bandara Soekarno-Hatta Kotak Pos 1023 Cengkareng 19111
Jakarta