| KOMPAS.com | Bola | Entertainment | Tekno | Otomotif | Forum | Kompasiana | Images | Mobile | Dakode | Cetak | ePaper | Pemilu | PasangIklan | GramediaShop |
Menghidupkan Pusaka demi Meningkatkan Perekonomian
Bangunan ini konon adalah tempat tinggal Pitung. Bangunan ini merupakan salah obyek wisata pesisir yang akan dijual Jakarta Utara
Sabtu, 31 Oktober 2009 | 11:13 WIB

MENGGULIRKAN ekonomi di kawasan Jakarta Utara, itu hasil akhir yang diharapkan terwujud. Upaya mewujudkan perbaikan ekonomi tak hanya sebatas di mulut, karena aksi nyata sudah dijalankan. Pemkodya Jakarta Utara kini menjadi satu-satunya kawasan di DKI Jakarta yang sudah siap dengan 12 destinasi wisata pesisir. Destinasi itu antara lain Pasar Ikan Muara Angke, Hutan Bakau Muara Angke, Pelabuhan Sunda Kelapa, Taman Impian Jaya Ancol, Pusat Perbelanjaan Mangga Dua, Stasiun Kereta Api Tanjungpriuk, Bahtera Jaya, Rumah Si Pitung, dan Kampung Tugu.

Gagasan destinasi wisata pesisir Jakarta Utara datang dari Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono. Ia sadar, sebagai kawasan yang memiliki jalur pesisir sepanjang 35 km, berbagai potensi wisata terkandung di dalamnya. Sebut saja wisata religi, budaya, kuliner, hiburan, dan belanja. Sayangnya, memang semua potensi itu belum dikelola dengan baik, apalagi dipromosikan.

Masalah promosi menjadi satu hal penting yang diangkat oleh Bambang di Kongres I Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Sawahlunto, Sumatera Barat pada Jumat (23/10) hingga Minggu (25/10) lalu.  "Dengan terbentuknya JKPI, maka promosi wisata kota-kota pusaka di Indonesia, termasuk  wisata pesisir Jakarta Utara ini, bisa meluas. Mudah-mudahan dalam kongres kota- kota pesisir bisa sharing soal bagaimana mengelola dan mengembangkan wisata pesisir," ujarnya kepada Warta Kota, Kamis (22/10), sebelum kongres itu dimulai.

Buat Bambang, ia tak perlu menunggu segala sesuatunya siap, yang penting sambil jalan sambil dilakukan pembenahan. "Kami engak mungkin membangun semua jaringan dulu baru jalan. Yang penting kami promosikan dulu bahwa ada banyak wisata budaya di Jakarta Utara, sambil jalan kami isi, kami benahi," lanjutnya.

Bicara soal promosi, mantan Kepala Bapeko Jakarta Pusat ini mengharapkan dalam kongres JKPI bisa ditemukan satu formula bersama untuk masalah promosi. Pasalnya, kekurangan pada pariwisata di Jakarta tak lain adalah masalah minimnya promosi.  

Untuk tahun depan, Bambang sudah menyiapkan program pembenahan dan pembangunan infrastruktur seperti jalan, saluran, penerangan, kios informasi pariwisata, dan transportasi umum ke kawasan destinasi pesisir.  "Di sisi lain, tahun depan kami juga punya program mengisi kegiatan di destinasi-destinasi itu. Misalnya ada padepokan di mana pengunjung bisa latihan silat di Rumah si Pitung. Pokoknya jangan kosong, biar meriah," tandasnya.

Intinya, program destinasi wisata pesisir ini harus terus bergulir dengan partisipasi dari stakeholder dan juga pemerintah baik daerah dan pusat sehingga  ekonomi bergulir yang pada akhirnya kesejahteraan warga kawasan itu bisa berkembang.   

Sementara itu sekitar 30 wali kota yang tergabung dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) berkumpul di Sawahlunto, Sumatera Barat, sejak Jumat (23/10) hingga Minggu (25/10) untuk mengikuti Kongres I JKPI. Dalam kongres pertama itu ditetapkan AD/ART JKPI, ketua umum, serta rencana kerja untuk 2009-2012.  Kongres ini juga dihadiri oleh Ketua Menteri Malaka, Dt Muhammad Ali, yang akan menyampaikan ceramah tentang kota pusaka.

Selain kegiatan yang sudah disebutkan di atas, lima wali kota juga akan memaparkan program terkait wisata budaya dan wisata pusaka daerah mereka. Salah satunya adalah Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono dengan program 12 Destinasi Wisata Pesisir.
Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) adalah kumpulan kota-kota di Indonesia yang mempunyai sejarah panjang dan peninggalan pusaka. Hingga saat ini sudah ada sekitar 30 kota yang bergabung. Pertengahan Juli lalu, Jakarta Utara dan Barat menjadi tuan rumah acara Pra Kongres JKPI. Dilanjutkan dengan kongres I di Sawahlunto, di mana Wali Kota Sawahlunto Amran Nur dinilai berhasil menghidupkan kembali bekas kota tambang itu melalui wisata pusaka mereka.


WARTA KOTA Pradaningrum Mijarto
Share on Facebook
-
Nilai 5 A A A
Ada 0 Tanggepan Untuk Artikel Ini. Posting Tanggepan Anda
Posting tanggepan anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.