YOGYAKARTA, KOMPAS - Kementerian Pendidikan Nasional memberikan program beasiswa unggulan melalui Universitas Islam Indonesia. Program beasiswa unggulan senilai Rp 27 juta plus gratis biaya penelitian per mahasiswa diberikan bagi masyarakat umum yang tertarik memempuh konsentrasi Manajemen Rekayasa Kegempaan di Program Pascasarjana, Magister Teknik Sipil UII.
Menurut Ketua Program Pascasarjana Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UII Widodo, program Manajemen Rekayasa Kegempaan (MRK) menjadi salah satu solusi di tengah makin maraknya bencana kegempaan di Indonesia. "Daerah dengan tingkat bahaya tinggi dan memiliki kerentanan tinggi tidak akan memberi dampak hebat jika manusia memiliki ketahanan terhadap bencana," ujarnya, Senin (30/8).
Meskipun sangat dibutuhkan masyarakat, sejauh ini minat masyarakat mendaftarkan diri untuk program nonbeasiswa masih sedikit. Konsentrasi MRK mulai dibuka sejak tahun akademi 2007/2008. Dibanding program manajemen kebencanaan lainnya, MRK tergolong unik karena memadukan pengetahuan teknik dan sosial.
Hingga 20 September
Program MRK tahun 2007 dan 2008 juga menjadi program unggulan dari Kementerian Pendidikan Nasional dengan pemberian beasiswa penuh hingga lulus. Program beasiswa unggulan MRK ini terbuka bagi untuk umum dan tidak dibatasi kuota. Pendaftaran angkatan ke tiga kali ini masih akan tetap dibuka hingga 20 September.
UII tergolong unggul dalam inovasi praktis di bidang rekayasa kegempaan sehingga menjadi satu-satunya universitas yang memperoleh beasiswa unggulan di bidang pendidikan kebencanaan. Koordinator Program Beasiswa Unggulan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri AB Susanto mensyaratkan penguasaan bahasa Inggris bagi calon mahasiswa dengan harapan tesis bisa dipresentasikan ke jurnal internasional.
Ketua Harian Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana sekaligus dosen Program MRK UII Sarwidi menyatakan, MRK telah menjalin kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di luar negeri seperti Asian Institute of Technology, Thailand, Eastern Mediterranean University, Turki, dan University of Melbourne, Australia.
Lulusan angkatan pertama MRT juga telah turut mendukung CEVEDS Internasional atau organisasi nirlaba yang bergerak di bidang rekayasa dan kebencanaan gempa bumi dan gunung api. Kerja sama lainnya dijalin dengan GTZ Jerman, Uni Eropa, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Riset dan Teknologi, serta beberapa universitas di dalam negeri. (WKM)