A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/allfunc.php

Line Number: 266

KOMPAS.com - Harimau.mati.disetrum
SATWA LANGKA
Harimau Mati Disetrum

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: views/read_view.php

Line Number: 458

    A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Trying to get property of non-object

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 489

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 489

    A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Trying to get property of non-object

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 496

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 496

Rabu, 21 Juli 2010 | 03:56 WIB

Palembang, Kompas - Tim pencinta lingkungan dari German Technical Cooperation-Merang Redd Pilot Project atau GTZ-MRPP menemukan seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang mati karena disetrum pemburu liar di kawasan Hutan Merang Kepayang, Kabupaten Musi Banyuasin. Tubuh harimau tersebut lalu dipotong-potong untuk dijual ke penadah yang juga diperkirakan berada di daerah setempat.

Manager Community Development GTZ-MRPP M Rayan menyampaikan hal itu melalui telepon seluler, Selasa (20/7) di Palembang, Sumatera Selatan. Ia mengatakan, harimau itu ditemukan tim GTZ-MRPP saat kunjungan rutin ke lokasi proyek pada 11 Juni 2010. Selama ini, GTZ-MRPP menggarap proyek konservasi ekosistem gambut di Hutan Merang Kepayang.

”Waktu itu, tim berjumpa dengan pemburu di lokasi proyek. Mereka berdalih menyetrum harimau untuk membela diri. Awalnya berniat memburu rusa, bukan harimau,” katanya.

Harimau ketiga

Berdasarkan data GTZ-MRPP, penemuan harimau ini merupakan yang ketiga kali selama pelaksanaan proyek konservasi lahan gambut di Hutan Merang Kepayang. Harimau pertama ditemukan 7 September 2009 dan kedua pada 19 Oktober 2009. Lokasi temuan di Sungai Tembesu Daro di hutan itu.

”Hutan Merang Kepayang memang merupakan habitat harimau sumatera menyambung hingga Taman Nasional Sembilang. Kami perkirakan masih ada empat ekor harimau lagi. Aparat perlu turun tangan untuk mencegah perburuan liar harimau tersebut,” ujarnya. (ONI)




0
0
A A A
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
165