A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/allfunc.php

Line Number: 266

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/allfunc.php

Line Number: 350

KOMPAS.com - Presiden.mau.lihat.wilayah.perbatasan
Kawasan Perbatasan
Presiden Mau Lihat Wilayah Perbatasan
Rabu, 14 Juli 2010 | 15:53 WIB
Laporan wartawan KOMPAS.com Hindra Liu

JAKARTA, KOMPAS.com Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta penanganan pengelolaan perbatasan ditingkatkan, termasuk penanganan kejahatan transnasional. Presiden juga meminta agar penanganan perbatasan dilakukan dengan baik oleh para pemangku kepentingan.

"Badan Nasional Pengelola Perbatasan bersama gubernur, wali kota, dan pemerintah pusat harus dapat memastikan penanganan pengelolaan perbatasan ke depan semakin baik," kata Presiden pada jumpa pers bersama Ketua DPR Marzuki Alie seusai melakukan pertemuan konsultasi pemerintah-DPR, Rabu (14/7/2010) di Istana Negara, Jakarta.

Secara geografis, Indonesia memiliki kawasan-kawasan yang berbatasan dengan 10 negara, baik di wilayah darat maupun laut. Wilayah darat Indonesia berbatasan langsung dengan Malaysia, Papua Niugini, dan Timor Leste yang berada di tiga pulau, yaitu Kalimantan, Papua, dan Pulau Timor.

Untuk wilayah laut, Indonesia berbatasan dengan 10 negara tetangga, yaitu India, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Republik Palau, Australia, Timor Leste, dan Papua Niugini.

Terkait pengelolaan perbatasan itu, Marzuki Alie mengatakan bahwa DPR memberikan usulan kepada pemerintah. Usulan tersebut yaitu melakukan berbagai pendekatan, termasuk pendekatan keamanan; kelestarian lingkungan; dan turut melibatkan semua pemangku kepentingan.

Saat ini, Indonesia masih terus melakukan negosiasi terkait perbatasan dengan negara tetangga. Presiden menekankan, penyelesaian masalah perbatasan dengan negara tetangga sebaiknya dilakukan menggunakan pendekatan diplomasi.

Presiden juga meminta agar patroli darat, laut, dan udara terus dilakukan. "Dewan dan pemerintah sepakat bahwa kita harus melakukan langkah serius dalam penanganan pengelolaan perbatasan, termasuk dalam hal anggaran, peran pemda, dan perekrutan badan nasional pengelola perbatasan," kata SBY.

Presiden juga mengatakan akan menyempatkan diri mengunjungi wilayah perbatasan untuk memastikan bahwa wilayah tersebut masih bagian dari NKRI. Selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya pekerjaan fisik dalam mengamankan daerah-daerah terluar di Indonesia.



Editor: Marcus Suprihadi

0
0
A A A
Ada 6 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
tubagus @ Selasa, 8 Februari 2011 | 15:02 WIB
preeettt......presiden bnayak ngmong doang di media, out putnya nihil, sampai sekarang wrga di perbatasan 99% melarat.
Irma Yulian @ Senin, 19 Juli 2010 | 11:14 WIB
nah gitu dong daripada kunjungan keluar negeri mending kunjungan kewilayah perbatasan saja.
benny lauw @ Senin, 19 Juli 2010 | 10:40 WIB
SALUT BUAT PAK PRSIDEN MAU MENGUNJUNGI RAKYATNYA NUN JAUH DISANA..SOALNYA BEGINI PAK..KALAU BAPAK NDAK BERKUNJUNG KESANA ..NTAR RAKYAT KITA NUN JAUH DISANA ,NDAK TAU SIAPA PEMINPINNYA .DI TANYA PRSIDEN RI NAMANYA SIAPA. NDAK TAU.TAKUTNYA RAKYAT KITA DISA NDAK TAU NAMA PRESIDENNYA SENDIRI.ENTAR PERDANA MENTRI MALASIA DI KIRAIN PRESIDEN INDONESIA..WAH INI YG LBIH GAWAT ALIAS FATAL
harso shodo @ Rabu, 14 Juli 2010 | 20:02 WIB
ppasti didukung seluruh rakyat yang cinta nkri pak sby...tegakan integritas wlayah nkri tanpa kompromi!!
primo hadijah @ Rabu, 14 Juli 2010 | 16:34 WIB
Iya dong Pak, masa sih hanya berkunjung ke Ottawa,. Oslo, Stockholm, Beijing dan Kota2 Besar dunia aja, sekali-kali nginap di Myangas, Marore, Merauke, Sabang, Sanggau, Nunukan, Rote, Atambua gitu lho, baru itu namanya Presiden RI yang benar dan baik.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
1