A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/allfunc.php

Line Number: 266

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/allfunc.php

Line Number: 350

KOMPAS.com - Malaysia.diduga.mencuri.batu.bara.ri
Pertambangan Batubara
Malaysia Diduga Mencuri Batu Bara RI
Ilustrasi terowongan di perbatasan RI-Mlaaysia
Sabtu, 3 Juli 2010 | 06:05 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com — Malaysia diduga telah mencuri batu bara di kawasan Sintang, Kalimantan Barat, dari tahun 1999 hingga 2008. Hal itu terjadi karena tambang Malaysia di Sarawak di perbatasan telah menjorok ke darat wilayah Sintang, Kalimantan Barat, Indonesia.

Eksploitasi batu bara itu diduga terjadi di Bukit Selantik, Kawasan Kelingkang, Desa Jasa, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar). Padahal, lokasi itu sudah sering disurvei sebagai lahan potensi batu bara oleh Indonesia, tapi hingga kini belum ada eksploitasi.

Diam-diam Malaysia sudah lama melakukan eksploitasi di dekat lokasi tersebut. Namun, operasionalnya berada di kawasan negaranya yang berbatasan langsung dengan Sintang.

Kecurigaan itu bermula ketika banyak petugas keamanan melakukan penjagaan ketat di dekat wilayah Kranggas Gayau, Sarawak, Malaysia, yang tepat berseberangan dengan Bukit Selantik, Sintang. Padahal, di tempat itu hanya terhampar perkebunan sawit.

Tabir itu terkuak berkat seorang pemuda Indonesia yang menjadi TKI di Malaysia. Ia kebetulan ikut bekerja di tempat perkebunan sawit tahun 1991. TKI tersebut memiliki saudara sepupu yang sudah menjadi warga Malaysia dan bekerja di lokasi tambang batu bara itu.

Ia terkejut ketika melihat sebuah terowongan besar yang menghubungkan antara Kranggas di Malaysia dan Desa Jasa di wilayah Indonesia. Jadi, menurut keterangan dua pemuda itu, terowongan besar menghubungkan daerah perbatasan untuk mengangkut batu bara.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kalbar Cornelis telah mengirim surat kepada Mendagri dan meminta segera melakukan investigasi terhadap laporan masyarakat di Desa Jasa, Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang.

"Pemerintah Malaysia bisa diprotes jika benar ada dugaan pencurian kawasan tambang batu bara di Kabupaten Sintang. Kalau batas negara dilanggar, tembak saja," ungkap Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta, Jumat (2/7/2010), seperti dikutip surya.co.id.

Jenderal George Toisutta menegaskan hal tersebut saat peresmian Markas Komando Daerah Militer (Kodim) XII Tanjungpura di Kota Pontianak, Kalbar. Pihaknya akan segera mengecek kebenaran informasi warga Kalbar tersebut.

Surat pengaduan itu juga telah dikirim ke pemerintah pusat dan berharap agar segera disikapi serius.

Adapun Surat Gubernur bernomor 641/1013/BPKPK-KS tanggal 11 Maret 2010 dengan dasar hasil kunjungan tim dari BPKPK Kalbar ke Desa Jasa pada 19-21 Februari 2010.




Editor: Marcus Suprihadi
Sumber : Tribun Pontianak

0
0
A A A
Ada 47 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
muhammad ali rasid @ Senin, 19 Juli 2010 | 15:11 WIB
indonesia.,oh indonesia., kapan negara ini akan disegani negara lain.,.? MIMPI KALI YE.,?
ali maruf @ Kamis, 8 Juli 2010 | 14:45 WIB
Dasar emang Negara PENCURI berlagak sok AGAMIS. Pakai Bicara Haram segala soal ESQ, padahal moralnya lebih BUSUK..
Orang Bogor @ Rabu, 7 Juli 2010 | 12:15 WIB
ah ....inimah cerita lama....yang jelas minyak bumi juga dicuri....kan bisa ngebor miring.....mulutnya di malingsia cadangan minyak dan gasnya di Indonesia
Agustinus Agustinus @ Minggu, 4 Juli 2010 | 21:03 WIB
Ganti buat terowongan, kalau nggak rebut terowongan tsb begitu saja koko repot
Felli Junianto @ Minggu, 4 Juli 2010 | 14:00 WIB
anjing ma kucing x
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
5