A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/allfunc.php

Line Number: 266

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/allfunc.php

Line Number: 350

KOMPAS.com - Kuburan.gus.dur.di.tebuireng.berkah.bagi.pedagang.dadakan
Kuburan Gus Dur di Tebuireng Berkah bagi Pedagang Dadakan
Warga berdesakan untuk mencium nisan makam mantan Presiden RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (31/12/2009).
Jumat, 1 Januari 2010 | 20:14 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Ingki Rinaldi

JOMBANG, KOMPAS.com - Para peziarah dan pedagang dadakan, Jumat (1/1/2010) memenuhi lokasi di sekitar Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Para peziarah itu terus berdatangan untuk mengunjungi Maqbarah (pemakaman) Tebuireng di dalam kompleks pesantren itu guna menziarahi kuburan Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang dikebumikan sehari sebelumnya.

Sejumlah peziarah datang dengan membawa serta keluarga mereka. Sekalipun ada pula yang datang sendiri-sendiri. Kebanyakan dari mereka datang dengan membawa kendaraan pribadi, yang didominasi oleh sepeda motor.

Muhammad Syuaib, salah seorang peziarah yang membawa anak dan istrinya pada Jumat itu mengatakan, ia merasa perlu untuk berziarah ke makam Gus Dur dengan mengajak keluarganya. "Ini untuk tarbiyah (pendidikan) bagi anak-anak juga. Untuk meneladani dan mengikuti kyai-kyai sebelumnya, termasuk Gus Dur yang jasanya besar. Terutama bagi generasi muda agar mereka mengetahui," sebutnya.

Sementara itu, sejumlah pedagang dadakan yang menjajakan aneka barang juga tampak memenuhi bagian luar sekitar Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Ada yang berjualan perlengkapan pakaian muslim seperti songkok, dan ada juga yang berdagang penganan dan minuman.

Muhammad Taufiq, salah seorang penjual songkok dan minyak wangi di pelataran sisi seberang Pondok Pesantren Tebuireng Jombang mengatakan ia memilih berjualan di lokasi itu karena jumlah peziarah yang banyak.



Editor: wah

0
0
A A A
Ada 9 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Ipit Romlah @ Kamis, 7 Januari 2010 | 04:19 WIB
Masyarakat Indonesia pada umumnya kalau melihat orang (men-Judge) dari phisiknya, bukan dari pemikirannya. Meskipun cara berfikirnya brilliant (menurut koran2 Luar Negeri) tetap saja dihina, salah sedikit saja jadi berita besar. Kemanusian Yang Adil dan Beradab.. cuma slogam dasar negara saja. Pelaksanaanya jauh panggang dari api. Jadi bagi anda2 yang TIDAK berwawasan sempit coba rubahlah dari sekarang dan ikuti pelajaran Gus Dur. Karena jauh2 sebelum jadi president Gus Dur sudah banyak mendapat penghargaan di Luar Negeri tentang karya tulis-Nya. Malu dong kita, bangsanya sendiri tidak mengenal siapa Gus Dur, apa lagi dikenal kesederhanaannya. Ketahuilah juga bahwa semua manusia itu tidak sempurna.
HIDAYAT @ Minggu, 3 Januari 2010 | 09:01 WIB
GUS DUR SUDAH WAFAT,.............. MASIH SAJA DIFITNAH,...KACIAN DEH LHO....PEMIKIRANNYA SEMPIT SEKALI...!!!!
ediwan @ Sabtu, 2 Januari 2010 | 19:09 WIB
kasian gus dur... masih hidup suka bikin polemik... udah meninggal masih bikin polemik dengan pengusulan gelar pahlawan nasional... tanah kuburan dan batunisannya aja bisa jadi polemik... gus dur memang kontroversial... selamat jalan mbah... semoga Allah mengampuni dosa-dosa mu dan menerima amal baikmu amin
edi @ Sabtu, 2 Januari 2010 | 15:13 WIB
dari Gusdur yg dpt diambil pelajaran adalah buah pikirannya yang baik dan unik bukan yg lain
TOM @ Sabtu, 2 Januari 2010 | 13:23 WIB
koq ya bisa2nya bilang berkah dari orang yang meninggal.... penulis atau yang memberi judul artikel ini pasti ngga punya perasaan.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
4