Severity: Warning
Message: Invalid argument supplied for foreach()
Filename: views/read_view.php
Line Number: 458
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: views/read_view.php
Line Number: 489
Severity: Warning
Message: Invalid argument supplied for foreach()
Filename: views/read_view.php
Line Number: 489
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: views/read_view.php
Line Number: 496
Severity: Warning
Message: Invalid argument supplied for foreach()
Filename: views/read_view.php
Line Number: 496
Gunung Kidul, Kompas - Kirab pusaka mewarnai puncak hari jadi Kabupaten Gunung Kidul di Bangsal Sewokoprojo. Dua buah tombak dan sebuah payung pusaka yang merupakan hadiah dari Keraton Yogyakarta sejak 2001 diarak di kompleks kabupaten oleh beberapa abdi dalem keraton. Memasuki usia ke-177 tahun, Gunung Kidul diminta terus berbenah supaya bisa lebih banyak menjaring investor.
Tiga buah pusaka yang diarak itu, menurut pangarso abdi dalem keraton, KRT Projo Suwandi, adalah pemberian Sultan Hamengku Buwono IX. Pusaka tersebut adalah tombak Kyai Pandoyo Panjul, tombak Kyai Margo Salurung, dan payung Kanjeng Kyai Robyong. Kirab pusaka kemudian diikuti penampilan tari gambyong yang dibawakan lima perempuan.
Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Gubernur Paku Alam IX mengibaratkan, Kabupaten Gunung Kidul seumpama seorang gadis yang terus bersolek. "Gunung Kidul di masa mendatang harus menjadi Gunung Kidul yang maju dan berkembang," ujar Sultan.
Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul juga diharapkan terus mengeksplorasi seluruh potensi kekayaan yang dimiliki untuk kemudian ditawarkan kepada para investor. Hal ini terutama agar mereka bersedia menanamkan saham serta membuka usaha di wilayah Gunung Kidul.
Masyarakat diminta terus terbuka dalam menerima kehadiran investor. Berkembangnya investasi akan berdampak pada pembukaan lapangan kerja sehingga berperan dalam peningkatan pembangunan wilayah.
Kemiskinan
Bupati Gunung Kidul Suharto mengakui masih ada sejumlah persoalan dan kendala yang dihadapi kabupaten terluas di DIY ini. Kendala utama yang dihadapi adalah semakin tingginya angka kemiskinan, keterbatasan infrastruktur pelayanan pendidikan dan kesehatan, serta luasnya wilayah yang masih terisolasi.
Saat ini tercatat 19.721 orang masih menjadi pengangguran di Gunung Kidul. Dari sekitar 538.469 penduduk usia di atas 15 tahun, 7,6 persen di antaranya masih belum terbebas dari buta aksara. Kendala-kendala itu, lanjut Suharto, menjadi prioritas dalam pembangunan Gunung Kidul.
Pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan fasilitas pelayanan publik juga terus ditingkatkan. Perbaikan infrastruktur di wilayah pesisir pantai selatan, misalnya, cukup memberi dampak pada semakin tingginya tingkat aksesibilitas warga.
"Yang membanggakan dan sangat memotivasi kami adalah tingkat swadaya masyarakat Gunung Kidul yang sangat tinggi dengan senantiasa memberikan respons dan dukungan terhadap program pembangunan," kata Suharto, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Gunung Kidul Badingah. (WKM)