Severity: Warning
Message: Invalid argument supplied for foreach()
Filename: views/read_view.php
Line Number: 458
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: views/read_view.php
Line Number: 489
Severity: Warning
Message: Invalid argument supplied for foreach()
Filename: views/read_view.php
Line Number: 489
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: views/read_view.php
Line Number: 496
Severity: Warning
Message: Invalid argument supplied for foreach()
Filename: views/read_view.php
Line Number: 496
YOGYAKARTA, KOMPAS - Kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok pascakenaikan harga bahan bakar minyak dipastikan terkendali. Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi DIY mengimbau masyarakat agar tidak panik dengan kenaikan harga.
"Kenaikan harga, kan pasti terjadi. Namun, produsen menaikkan harga juga bukan tanpa alasan yang jelas sehingga selisih harga tidak akan berlebihan," kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) DIY Riyadi Ida Bagus di Yogyakarta, Selasa (27/5).
Karena itu, Riyadi mengimbau masyarakat untuk tidak panik, misalnya dengan memborong barang-barang sementara harga masih labil. Hal ini justru berpotensi memicu ketidakseimbangan harga di pasar. Ia akan menjamin ketersediaan stok dengan melancarkan distribusi. Selain itu, akan ada pengontrolan kualitas agar dengan kenaikan harga saat ini konsumen mendapat produk dengan kualitas seimbang.
Komoditas yang akan ditentukan harga eceran tertingginya di pasaran hanyalah minyak tanah. "Ini harus dikendalikan. Kalau tidak, akan ada gejolak di masyarakat karena kuota minyak tanah DIY, kan terus dikurangi," tutur Riyadi.
Harga labil
Berdasarkan pemantauan di beberapa pasar tradisional di Yogyakarta, harga berbagai kebutuhan pokok masih belum mencapai keseimbangan. Pedagang memprediksi, harga akan stabil bila pendapatan masyarakat juga meningkat.
"Sekarang, kan masih awal-awal kenaikan BBM, belum begitu terasa dampaknya," kata Madya (39), penjual bahan pokok di Pasar Pujokusuman.
Di Pasar Beringharjo, minyak goreng sawit curah rata-rata dijual Rp 11.500-Rp 12.000 per kilogram. Beras kualitas sedang Rp 4.800 per kilogram, sedangkan kualitas super dihargai Rp 5.300 per kilogram. Gula pasir masih dijual Rp 5.900 per kilogram dan terigu kualitas sedang masih dihargai Rp 7.000 per kilogram.
Di Pasar Kranggan, sebagian besar pedagang menjual sudah dengan harga yang lebih mahal. Terigu, misalnya, sudah naik Rp 200 menjadi Rp 7.200 per kilogram, gula Rp 6.100 per kilogram, sedangkan minyak sawit curah Rp 11.500-Rp 12.000 per kilogram.
"Wong belanjanya juga sudah mahal. Ya, bagaimana lagi kalau tidak dinaikkan harganya. Saya hanya mengikuti saja," tutur Mbok Pudjo (75), pedagang bahan pokok di Pasar Kranggan. (A02)