Severity: Warning
Message: Invalid argument supplied for foreach()
Filename: views/read_view.php
Line Number: 458
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: views/read_view.php
Line Number: 489
Severity: Warning
Message: Invalid argument supplied for foreach()
Filename: views/read_view.php
Line Number: 489
Severity: Notice
Message: Trying to get property of non-object
Filename: views/read_view.php
Line Number: 496
Severity: Warning
Message: Invalid argument supplied for foreach()
Filename: views/read_view.php
Line Number: 496
Gunung Kidul, Kompas - Masih luasnya wilayah hutan belantara di Kabupaten Gunung Kidul yang jarang dikunjungi manusia menyebabkan penemuan mayat sering kali sudah tinggal berbentuk tengkorak. Pada Senin (26/5) sore, sebuah tengkorak manusia yang diperkirakan sudah meninggal dalam dua bulan ditemukan di Hutan Gebang, Kecamatan Panggang.
Sebelum dibawa ke Rumah Sakit Dr Sardjito untuk diotopsi, kerangka tersebut sempat diperiksa di Kepolisian Resor (Polres) Gunung Kidul, Selasa. Sebagian besar dari tulang korban sudah hilang. Hanya tersisa tengkorak kepala, rambut yang sudah gimbal, tulang leher, dan beberapa potongan rangka tulang. Sama sekali tidak ada daging yang tersisa dari tengkorak tersebut.
Hingga kini, polisi belum bisa memperkirakan apakah mayat tersebut merupakan korban pembunuhan atau bukan. Sisa barang milik korban yang dibawa dari tempat kejadian adalah botol plastik air mineral dengan cairan di dalamnya berwarna putih, sandal wanita merek Guess ukuran 37, jam tangan wanita, celana panjang, celana dalam pria, serta bra warna merah jambu.
Seorang warga Desa Girisuko, Tumiran, menemukan tengkorak tersebut pada pukul 15.30 di hutan ketika sedang mencari rumput untuk makanan ternak. Aparat desa selanjutnya segera melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Lokasi penemuan tengkorak berada sekitar 500 meter dari jalan aspal yang sudah rusak.
Tak ada pengakuan
Menurut Camat Panggang Agus Hartadi, hingga kini tidak ada warga di sekitar Hutan Gebang yang mengaku kehilangan sanak saudara. Hutan Gebang, lanjut Agus, termasuk kawasan hutan negara sehingga jarang dijamah warga sekitar. Biasanya hanya petugas patroli keamanan hutan yang sesekali berkeliling menjaga keamanan hutan.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Gunung Kidul Ajun Komisaris Mugiman belum bisa memperkirakan jenis kelamin tengkorak tersebut. Polisi masih menunggu hasil otopsi yang diperkirakan diketahui hasilnya setelah satu bulan. "Temuan terbatas, tinggal organ tulang yang tidak lengkap. Kemungkinan akan sulit diidentifikasi," ujarnya.
Sebelumnya, menurut Mugiman, polisi juga pernah menemukan rangka tubuh manusia di hutan masyarakat di sekitar Gunung Watugajah di Kecamatan Gedangsari pada tahun 2007. Rangka tersebut hingga kini juga tidak diketahui identitasnya. Terlambatnya penemuan mayat karena masyarakat jarang merambah hutan belantara. Hutan jati, misalnya, biasanya dibersihkan oleh pemiliknya satu tahun sekali. (WKM)