




JAKARTA, KOMPAS.com- Berkat partisipasi para dermawan, pada periode pertama gerakannya Agustus 2008 sampai akhir April 2010, Gerakan Mata Hati telah berhasil mengoperasi penderita katarak yang tidak mampu sebanyak 5.175 orang dari target 5.000 orang. Untuk periode kedua, Mata Hati menargetkan bisa mengoperasi 10.000 penderita.
Mata Hati juga telah menginspirasi beberapa pihak, misalnya Perusahaan Jamu Sidomuncul, yang kemudian ikut mengadakan bakti sosial, serta telah melakukan operasi tak kurang dari 5.000 orang sampai Agustus 2011 dari target 6.000 operasi sampai akhir tahun 2011.
Sidomuncul juga membuat Iklan Layanan Masyarakat yang ditayangkan di beberapa stasiun TV, guna mengajak masyarakat untuk peduli pada para penderita katarak dengan ikut menyumbang Mata Hati.
Respon masyarakat terhadap ajakan itu sungguh menggembirakan. Sejak iklan itu ditayangkan mulai tanggal 31 Januari 2011 sampai 8 Agustus 2011, ada 4.598 orang yang menyumbang total hampir Rp 1 miliar. Antara lain, pasangan muda, Claudia dan Paul yang memilih membatalkan wisata mereka dan menyerahkan biaya wisata itu sebagai sumbangan untuk Mata Hati sebesar Rp 76.765.153.
Mengharukan sekali mendengar dan menyaksikan kegembiraan para saudara kita yang tadinya buta itu tiba-tiba bisa melihat kembali indahnya dunia. Karena uluran tangan dan kebaikan hati para penyumbang, mereka mendapat kesempatan lagi untuk hidup lebih produktif, dan tidak lagi menjadi beban bagi keluarga mereka.
