Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kamis, 17 Mei 2012 | 03:47 WIB
Matahati adalah Gerakan Cinta Kasih kerja sama Kompas-Gramedia, Yayasan Lions Indonesia, Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia, dan Guo Ji Ri Bao, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan mata dan menggalang dana untuk penyelenggaraan operasi katarak penderita yang tidak mampu.
Gedung Pusat Pelayanan Masyarakat Lions Indonesia
Jl. Raya Pluit Timur Kav. B-2 Jkt Utara 14450 Tlp. 021 – 6627 657, 9371 4304, 6669 0542 [Ibu Lenny] Fax 021-6660 1408
Email: yayasanlionsindonesia@yahoo.com
Seksi Penanggulangan Buta Katarak Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia [SPBK Perdami]
Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Jl. Salemba Raya no. 6 Jakarta 10430
Tlp.& fax: 021 – 315 5377 [Ibu Eva]
Email: katarak2020@yahoo.com
Sekretariat Matahati
Gedung Kompas Gramedia, Blok I, lt.5
Jl. Palmerah Barat 29 – 37 Jakarta 10270
Tlp. 021 – 536 50 110,
ext 3511 [Yudith] , 3512 [Kuny], 3528 [Yati]
Email: matahati@gramediapublishers.com
Wapres: Cegah Kebutaan, Bukan Mengobati
Sabtu, 15 Januari 2011 | 14:15 WIB
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Wakil Presiden RI Boediono bersama Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Nila F Moeloek (kiri) menemui penderita Katarak pasca operasi usai mencanangkan program Penanggulangan Buta Katarak Nasional di Rumah Sakit Mata Aini, Jakarta Selatan, Sabtu (15/1/2011). Program ini berupa pengobatan gratis kepada sekitar 6.100 penderita Katarak yang kurang mampu di beberapa kota seperti Jakarta, Bandung, Lampung, Medan, Palembang, Yogyakarta, Surabaya, Mataram, Kupang dan Makasar.

JAKARTA, KOMPAS.com- Wakil Presiden Boediono mengajak masyarakat memiliki tekad untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk katarak yang menyebabkan kebutaan, daripada mengobatinya. Caranya, dengan hidup sehat sepanjang hari.

Ajakan itu disampaikan Wapres Boediono saat mencanangan gerakan penanggulangan buta katarak nasional di Rumah Sakit Mata Aini Prof Dr Isak Salim, Kuningan, Jakarta. Acara itu juga sekaligus Peluncuran Iklan layanan Masyarakat Versi Katarak, Sabtu (15/1/2011) pagi di Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama PT Sidomuncul Irwan Hidayat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 5.000 penderita katarak kepada Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Mata Indonesia (Perdami) Nila F Moelok.

Gerakan ini didukung pula Gerakan Mata Hati, Palang Merah Indonesia (PMI) dan rumah sakit-rumah sakit untuk melakukan operasi gratis untuk kebutaan akibat katarak.

"Untuk mencegah terjadinya kebutaan mata akibat katarak, mari senantiasa menjaga kesehatan dan hidup dengan sehat. Dengan menjaga kesehatan, beban biaya untuk menanggung penyakit kebutaan akan terkurangi. Sebab, pencegahan akan lebih murah daripada mengobati," ujarnya.

Wapres mendukung gerakan seperti ini dapat diperluas oleh pengusaha dan masyarakat lainnya untuk menjangkau masyarakat yang tidak mampu yang terkena katarak dan menjadi buta.

Sekarang ini masih banyak saudara-saudara kita yang belum mampu untuk melakukan operasi mencegah buta katarak ini. "Karena itu, mari dunia usaha dan pihak-pihak lainnya untuk ikut bersama mendukung gerakan penanggulangan buta katarak," tambahnya.

Menurut Wapres, hanya 120.000 penderita yang baru tertangani dari 1,5 juta penderita katarak dan yang mengalami kebutaan. Tentu dengan biaya operasi yang relatif murah sekitar Rp 2,5 juta, itu akan lebi h ekonomis jika dibandingkan dengan biaya yang harus ditanggung secara nasional akibat tidak produktifnya masyarakat karena terjadinya kebutaan.

"Tak ada alasan bagi kita semua untuk tidak mendukung gerakan penanggulangan katarak ini," lanjut Wapres.