VIENTIANE, KOMPAS.com — Persaingan antara Indonesia dan Malaysia untuk menempati peringkat keempat SEA Games XXV 2009 Laos semakin ketat. Sampai dengan pertandingan hari ketujuh, Selasa (15/12/2009), kedua negara sama-sama mengumpulkan 25 medali emas.
Namun, Malaysia masih berada di atas Indonesia. Ini terjadi lantaran negeri jiran tersebut unggul medali perak, yaitu 29 medali, atau hanya unggul dua keping dari Indonesia dengan 27 perak (lihat tabel daftar perolehan medali).
Kontingen Indonesia pada pertandingan Selasa menambah empat emas yang berasal dari cabang panahan (2), gulat (1), dan selam (1).
Menurut manajer tim wushu, Eisen Gauw, Susyana sebenarnya menyumbang medali emas kelima bagi Tim Merah-Putih, tetapi hasil pertandingan tersebut belum diumumkan secara resmi. Dengan demikian, pada situs resmi SEA Games 2009, Indonesia masih tercatat mengumpulkan 25 medali emas.
Indonesia dan Malaysia berpeluang untuk menggeser posisi Singapura yang masih berada di urutan ketiga, yaitu urutan yang diincar oleh Indonesia.
Singapura yang sampai saat ini sudah meraih 31 medali emas diperkirakan akan melambat dalam perburuan medali. Pasalnya, tambang emas mereka dari kolam renang dan tenis meja sudah merampungkan seluruh pertandingan.
Dari cabang renang saja, Singapura meraup 14 medali emas, ditambah tenis meja dan menembak yang masing-masing meraih enam medali emas. Tiga cabang tersebut secara total menyumbang 24 medali emas untuk Singapura, negara yang hanya berpenduduk sekitar empat juta jiwa itu.
Adapun cabang yang menjadi penyumbang emas terbanyak bagi Indonesia sampai saat ini adalah angkat besi (5), disusul karate, atletik, dan sepeda yang masing-masing menyumbang tiga emas.
Demi menggeser Malaysia dan Singapura, Indonesia akan mengandalkan cabang pencak silat, bulu tangkis, wushu, dan voli untuk menambah perolehan medali.
Menurut Dody Iswandi dari Kantor Menegpora, ia pesimistis jika Indonesia akan mampu meraih sekitar 50 emas seperti yang ditargetkan untuk memperbaiki peringkat ke posisi ketiga.
"Pertandingan SEA Games 2009 hanya tinggal tiga hari lagi dan Indonesia baru mengumpulkan 25 emas. Artinya, baru separuh dari target. Bisa bertahan di peringkat keempat saja sudah bagus," kata Dody yang juga menjabat Sekjen Pengurus Besar Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PB PGSI) itu.
Berdasarkan kondisi di lapangan serta perkiraan peluang yang mungkin, kontingen Indonesia, menurut perkiraan Dody, hanya bisa mengumpulkan tidak lebih dari 40 medali emas.
Perkiraan tersebut terpaut sangat jauh dari target optimistis induk organisasi, yaitu sekitar 60 medali, atau pun target moderat KONI-KOI sekitar 50 medali emas.
Menegpora Andi Mallarangeng, ketika bertemu dengan pejabat kontingen Indonesia menjelang pembukaan SEA Games 2009, menegaskan bahwa sebagai sebuah negara terbesar di Asia Tenggara, sebenarnya sudah tidak selayaknya jika target Indonesia hanyalah memperbaiki posisi ke urutan ketiga.
"Indonesia sekarang sudah menjadi anggota G-20 yang menguasai ekonomi dunia, seharusnya Indonesia menjadi yang terbaik di Asia Tenggara," katanya.
Namun, Andi mengakui bahwa fakta yang terjadi di lapangan sungguh sangat berbeda. Hampir di setiap cabang olahraga, atlet Indonesia tidak bisa berbuat banyak menghadapi Thailand dan Vietnam.
Bahkan, tim sepak bola dipermalukan oleh Laos yang selama ini tidak punya sejarah mengalahkan Indonesia di turnamen apa pun.
Editor: lou
| NEGARA | |||
![]() Thailand
|
86 | 83 | 97 |
|---|---|---|---|
![]() Vietnam
|
83 | 75 | 57 |
![]() Indonesia
|
43 | 53 | 74 |
![]() Malaysia
|
40 | 40 | 59 |
![]() Filipina
|
38 | 35 | 51 |
![]() Singapura
|
33 | 30 | 35 |
![]() Laos
|
33 | 25 | 52 |
![]() Myanmar
|
12 | 22 | 37 |
![]() Kamboja
|
3 | 10 | 27 |
![]() Brunei Darussalam
|
1 | 1 | 8 |
![]() Timor Leste
|
0 | 0 | 3 |










