
Tenggarong, Kompas - Perlombaan cabang renang PON XVII Kalimantan Timur 2008 yang berlangsung 7-11 Juli di Kolam Renang Putri Junjung Buyah, Tenggarong, Kutai Kartanegara, menghasilkan beberapa peristiwa menarik. Tim renang Jawa Timur tampil mengejutkan setelah merebut juara umum dengan raihan 16 medali emas, 7 perak, dan 6 perunggu.
Adapun tim renang Jawa Barat yang diprediksi mampu menjadi kompetitor tangguh bagi Jatim justru hanya mendapatkan 8 emas, 11 perak, dan 14 perunggu. Padahal, dalam dua kejuaraan resmi sebelum PON, Jabar selalu unggul atas Jatim.
”Tim putri Jatim sangat kuat di jarak pendek sehingga kami memfokuskan target dari jarak panjang. Sayang, ada beberapa nomor yang harusnya diambil malah lepas,” tutur pelatih tim renang Jabar, M Nizar, Kamis (17/7). Beberapa nomor jarak panjang yang gagal dikuasai Jabar, antara lain, 400 meter gaya bebas putri, 4x200 meter gaya bebas estafet putra dan putri, serta 400 meter gaya ganti perseorangan putra dan putri.
Sebaliknya, tim renang putri Jatim menguasai nomor-nomor jarak pendek. Trio Nancy Suryaatmadja, Fibriani Ratna Marita, dan Afi Noviandari menyumbangkan 11 emas perorangan dan tiga emas kategori beregu. Dua emas tersisa menjadi sumbangsih perenang putra, Andy Wibowo dan Omar Suryaatmadja.
”Kami memang sengaja melepas nomor-nomor jarak jauh. Atlet yang berpotensi menyumbangkan medali kami genjot pada nomor jarak pendek yang menjadi kekuatan mereka,” ungkap Manajer Tim Renang Jatim Chusaini Matliq.
Hasil konkret yang ditunjukkan para perenang tidak lepas dari pemusatan latihan selama 50 hari di China. Di sana Nancy dan kawan-kawan menjalani latihan pagi dan sore selama 60 jam dalam seminggu.
PON kali ini boleh dibilang menjadi masa suram bagi kontingen DKI Jakarta. Tim Ibu Kota itu hanya meraih 1 emas, 7 perak, dan 7 perunggu guna menempati peringkat enam klasemen akhir. Selain tak memiliki perenang yang benar-benar menonjol pada satu nomor, DKI masih saja mengandalkan atlet gaek, Richard Sam Bera (37), yang sudah berada pada pengujung karier.
Kejayaan beberapa perenang putri, seperti Magdalena Sutanto (21) dan Desak Nyoman Rina (20), juga boleh dibilang sudah habis setelah gagal menyumbangkan emas. ”Saya akui kegagalan ini karena kami terlambat melakukan regenerasi atlet,” ujar pelatih tim renang DKI Jakarta, M Radja Nasution.
Kendati demikian, dunia renang Indonesia patut berbangga karena PON kali ini diwarnai banyaknya bibit muda potensial yang bermunculan. Beberapa perenang muda yang siap, antara lain Glen Victor (Jabar), Fibriani Ratna Marita (Jatim), Ressa Kania Dewi (Jabar), Afi Noviandari (Jatim), dan Harizal (Sumbar).
Meski belum memecahkan rekornas, kiprah mereka layak diacungi jempol. Glen (19) yang ditargetkan meraih tiga emas mendapatkan empat emas dan memecahkan dua rekor PON.
Emas itu digapai Glen melalui 50 meter gaya kupu-kupu, 50 meter gaya punggung, 100 meter gaya bebas, dan 4x100 meter gaya bebas estafet. Pelan tapi pasti, pemilik rekornas 50 meter gaya punggung tersebut menggeser dominasi Andy Wibowo pada nomor 50 meter gaya kupu-kupu.
”Saya butuh banyak jam terbang untuk terus meningkatkan kemampuan,” ujarnya.
Fibriani (14) memboyong tujuh emas dari delapan nomor yang diikuti. Empat emas perorangan direbut perenang asal Malang itu dari nomor 100 meter dan 200 meter gaya punggung serta 200 meter dan 400 meter gaya ganti. Adapun tiga emas beregu didapat Fibriani melalui 4x100 meter dan 4x200 meter gaya bebas estafet serta 4x100 meter gaya ganti estafet.
Pada nomor gaya dada, Afi (15) menguasai jarak 50 meter, 100 meter, dan 200 meter. Ressa (14) dan Harizal (18) masing-masing mendapat satu emas dari 800 meter gaya bebas putri dan 200 meter gaya punggung putra.
”Mereka termasuk yang diproyeksikan ke SEA Games 2009 melalui pelatnas jangka panjang dengan beberapa uji coba,” kata Ketua Bidang Pembinaan Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia Lukman Niode.(RIZ)