Simon Siap Balas Kekalahan
Kompas/Danu Kusworo/Kompas Images
Pebulu tangkis Jawa Tengah, Andre Kurniawan, maju ke babak final setelah mengalahkan Indra Bagus (Sumatera Utara) 21-19, 13-21, 21-19 dalam semifinal di Kompleks Stadion Utama Kaltim, Palaran, Kalimantan Timur, Selasa (15/7). Andre akan bertemu atlet DKI Jakarta, Simon Santoso.
Rabu, 16 Juli 2008 | 10:12 WIB

SAMARINDA, RABU - Kemampuan dan pengalaman Simon Santoso (DKI Jakarta) kembali akan diuji Andre Kurniawan (Jawa Tengah) dalam perebutan medali emas nomor tunggal putra cabang bulu tangkis. Setelah kalah dari Andre di final beregu putra, Simon bertekad membalas kekalahan tersebut pada partai final yang berlangsung Rabu (16/7) di GOR Bulu Tangkis Palaran, Samarinda.

Menjadi unggulan pertama, Simon ke final setelah mengalahkan andalan tuan rumah, Ari Yuli Wahyu, 21-12, 21-7. Adapun pada pertandingan lain Andre, yang menjadi unggulan kedua, dipaksa bermain tiga game oleh pemain pelatnas, Indra Bagus (Sumatera Utara), 21-19, 13-21, 21-19.

Andre sebenarnya bisa menang sedikit lebih cepat ketika unggul 20-16 pada game ketiga. Namun, dia membuang kesempatan saat kok dari dua kali pukulan di depan net tidak bisa melewati net.

Berbeda dengan Andre, yang mendapat perlawanan ketat dari Indra, Simon tidak begitu kesulitan saat melawan Ari yang didukung sekitar 4.000 penonton di stadion. Namun, sorakan penonton yang bergemuruh saat nama Ari dipanggil untuk memasuki lapangan menjadi jarang terdengar saat pertandingan berlangsung. Kalah pengalaman, Ari gagal mengimbangi Simon yang merupakan runner up Singapura dan Indonesia Super Series.

”Saya harus banyak mengurangi kesalahan sendiri dan siap untuk capai,” kata Simon mengenai partai final nanti. Simon mengemukakan pendapat tersebut berdasarkan pengalamannya kalah dari Andre di final beregu putra pekan lalu.

Simon mengakui, selain banyak melakukan kesalahan, dia juga kesulitan mengontrol laju kok ketika melawan Andre. ”Selain itu, Andre juga bermain bagus, jadi saya harus lebih siap,” ujar Simon.

Di sisi lain Andre mengatakan akan memosisikan diri sebagai underdog saat berhadapan dengan Simon. ”Supaya saya bisa bermain lebih enak karena tanpa beban,” ujarnya mengenai strategi yang juga ia terapkan ketika mengalahkan Simon.

Selain di tunggal putra, final yang mempertemukan dua unggulan teratas juga terjadi di tunggal putri dan ganda campuran. Dua pemain DKI Jakarta akan berebut emas di final tunggal putri, yaitu unggulan pertama, Adriyanti Firdasari, dan unggulan kedua, Pia Zebadiah.

Firda dan Pia melangkah ke final setelah menang dua game atas lawan mereka di semifinal. Firda menang atas Febby Angguni (Jawa Barat) 21-7, 21-14, sedangkan Pia mengalahkan Maria Elfira (Jateng) 21-11, 21-13.

Di ganda campuran Devin Lahardi/Lita Nurlita (Jabar) yang menjadi unggulan pertama melawan unggulan kedua, Muhammad Rijal/Yulianti (Jateng).

Dari nomor ganda putra, pasangan veteran Tony Gunawan/ Bambang Suprianto (Jawa Timur) akan diuji kekuatan pemain muda Fernando Kurniawan/Muhammad Ahsan (Maluku Utara) di final. Jatim sangat berharap bisa meraih medali emas dari nomor tersebut, terutama dengan hadirnya Tony yang masih malang melintang di turnamen internasional hingga saat ini.

Akan tetapi, mengalahkan Fernando/Ahsan tidak akan mudah bagi Tony/Bambang karena Fernando/Ahsan memiliki modal dalam kecepatan bermain, seperti saat mereka mengalahkan Fran Kurniawan/Lingga Lie (Jateng) 21-11, 24-22.

Sementara itu, di ganda putri Greysia Polii dan Jo Novita, yang menjadi ganda putri nomor dua Indonesia saat ini, harus berhadapan di final. Greysia bermain bersama Nathalia Poluakan untuk Sulawesi Utara, sementara Jo bersama Pia mengusung bendera DKI Jakarta. (IYA/KOMPAS)

banner 300x250
banner 300x100
banner 300x100